ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENGAWASAN PEMASUKAN OBAT PENGGUNAAN PRIBADI MELALUI BARANG KIRIMAN (STUDI KASUS DI KANTOR POS PASAR BARU DAN SOEKARNO-HATTA)

Ferry Tri Aryati, NPM. 2441021032 (2025) ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENGAWASAN PEMASUKAN OBAT PENGGUNAAN PRIBADI MELALUI BARANG KIRIMAN (STUDI KASUS DI KANTOR POS PASAR BARU DAN SOEKARNO-HATTA). Masters thesis, Politeknik STIA LAN Jakarta.

[thumbnail of Bab I & Bab V_ Ferry Tri Aryati.pdf] Text
Bab I & Bab V_ Ferry Tri Aryati.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of Bab II- Bab IV_ Ferry Tri Aryati.pdf] Text
Bab II- Bab IV_ Ferry Tri Aryati.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Analisis Efektivitas Kebijakan Pengawasan Pemasukan Obat Penggunaan Pribadi melalui Barang Kiriman (Studi Kasus di Kantor Pos Pasar Baru dan Soekarno Hatta) Ferry Tri Aryati, R. N. Afsdy Saksono peyluchulho@gmail.com Politeknik STIA LAN Jakarta Maraknya kasus obat ilegal mengindikasikan bahwa pengawasan belum efektif. Namun demikian, informasi yang tersedia terbatas mengenai praktik aktual dan faktor-faktor spesifik yang menyebabkan kebijakan pengawasan belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kebijakan pengawasan pemasukan obat untuk penggunaan pribadi melalui barang kiriman belum efektif dan merumuskan strategi peningkatan efektivitasnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan studi kasus (multiple case study) di pintu masuk Kantor Pos Pasar Baru dan Soekarno Hatta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 30 informan kunci dari BPOM, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), PT. Pos Indonesia, Asperindo, YLKI, dan masyarakat, serta telaah dokumen terkait. Analisis data dilakukan melalui cross case synthesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang menyebabkan rendahnya efektivitas: (1) Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, khususnya terkait kompetensi kefarmasian di kalangan petugas Bea Cukai; (2) Ketersediaan Standar Operasional Prosedur (SOP), di mana SOP spesifik untuk pengawasan barang kiriman sering kali tidak tersedia di pintu masuk; (3) Ketersediaan sistem informasi, yang belum terintegrasi secara elektronik antara sistem CEISA (DJBC) dengan e-BPOM; (4) Koordinasi, yang masih belum konsisten dan terhambat oleh kendala birokrasi; serta (5) Kesadaran masyarakat, yang masih rendah terkait regulasi impor. Untuk meningkatkan efektivitas kebijakan pengawasan, dirumuskan empat strategi utama: (1) Penyusunan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara BPOM dan DJBC untuk memperkuat koordinasi dan keseragaman implementasi di semua pintu masuk; (2) Integrasi komprehensif sistem CEISA (DJBC) dengan e-BPOM; dan (3) Intensifikasi diseminasi informasi dan edukasi publik serta (4) Pengawasan Partisipatif melalui BPOM Mobile.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing 1: Dr. Drs R. N. Afsdy Saksono, M.Sc. ;
Uncontrolled Keywords: Barang Kiriman, Efektivitas Kebijakan Pengawasan, Penggunaan Pribadi, BPOM
Subjects: Manajemen Kebijakan Publik
Divisions: Jurusan Administrasi Publik > Administrasi Pembangunan Negara (S2) > Manajemen Kebijakan Publik (S2)
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 27 Feb 2026 04:10
Last Modified: 27 Feb 2026 04:10
URI: http://repository.stialan.ac.id/id/eprint/905

Actions (login required)

View Item
View Item