Mulyani Puji Lestari, NPM. 1864001102 (2020) ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN TIGA PEJABAT TINGGI DI LINGKUNGAN KOMISI APARATUR SIPIL NEGARA PERIODE 2014 - 2019. Masters thesis, Politeknik STIA LAN Jakarta.
BAB I & V - 051 T MSDA 2020 Mulyani Puji Lestari.pdf - Published Version
Download (2MB)
BAB II - IV - 051 T MSDA 2020 Mulyani Puji Lestari.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam lingkungan organisasi merupakan faktor potensi dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawainya. Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan usaha dan iklim yang kondusif di dalam kehidupan organisasi. Penelitian ini mengkaji gaya kepemimpinan yang melekat pada tiga jabatan pimpinan tinggi di KASN yang meliputi Ketua, Wakil Ketua dan Kepala Sekretariat periode 2014 – 2019 serta bagaimana gaya kepemimpinan yang tepat / cocok untuk organisasi KASN periode selanjutnya pada ketiga jabatan tinggi tersebut. Permasalahan dalam organisasi KASN ini sebenarnya terindikasi karena adanya penurunan kinerja pegawai yang ditunjukkan makin banyaknya pegawai yang keluar dari KASN atau kembali bekerja ke instansi asalnya, juga makin banyaknya pegawai yang kurang produktif. Faktor gaya kepemimpinan dari ketiga pejabat tinggi tersebut dianggap memberikan pengaruh yang nyata terhadap kinerja pegawainya, karena peran posisi dan tanggung jawab jabatan yang diembannya menjadi penentu arah majunya KASN di masa depan. Kajian dan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif yang didukung dengan obeservasi, wawancara mendalam serta dengan kajian pustaka. Model yang digunakan adalah menggabungkan pendapat dua tokoh yaitu menurut Lewin dan Hasibuan tentang teori gaya kepemimpinan yang dianutnya. Gabungan kedua teori tersebut menghasilkan 5 tipe gaya kepemimpinan yaitu otokratik, partisipatif, demokratik, delegatif dan leises feire. Tipe otokratik adalah bila pengambilan keputusan dan kebijaksanaan hanya ditetapkan sendiri oleh pemimpin, bawahan tidak diikutsertakan untuk memberikan saran, ide, dan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. Tipe partisipatif, adalah apabila dalam kepemimpinannya dilakukan dengan cara persuasif, menciptakan kerja sama yang serasi, menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi para bawahan. Pemimpin memotivasi bawahan agar merasa ikut memiliki organisasi / lembaga. Bawahan harus berpartisipasi memberikan saran, ide, dan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. Tipe Delegatif memiliki ciri-ciri apabila seorang pemimpin mendelegasikan wewenangnya kepada bawahan dengan agak lengkap. Dengan demikian, bawahan dapat mengambil keputusan dan kebijaksanaan dengan bebas atau leluasa dalam melaksanakan pekerjaannya. Pemimpin tidak peduli cara bawahan mengambil keputusan dan mengerjakan pekerjaannya, sepenuhnya diserahkan kepada bawahan.Tipe Demokratik, adalah tipe gaya kepemimpinan dimana pimpinan yang sepenuhnya mendengarkan pendapat dari bawahannnya, pimpinan yang memberikan kebebasan dalam memberikan ide, pimpinan yang sering melibatkan bawahan untuk bersama-sama merumuskan kebijakan dalam pengambilan keputusan dan pimpinan yang memberikan tanggung jawab kepada bawahan dengan tepat, serta melibatkan peran orang lain dalam pengambilan keputusan. Tipe Leises Faire, adalah gaya kepemimpinan dimana pemimpin menyerahkan tanggung jawab pada pelaksanaan pekerjaan kepada bawahan, berusaha memberikan kebebasan kepada bawahan untuk mengemukakan ide, saran dan pendapat. Terkadang pemimpin menyerahkan kepada bawahan sepenuhnya dalam hal pengambilan keputusan dan percaya bawahannya mampu melaksanakan tugas tugasnya dengan baik. Tak jarang pemimpin membiarkan bawahannya memilih cara-cara yang dikehendakinya dalam melaksanakan tugas. Dan berdasar hasil penelitian diperoleh fakta bahwa gaya kepemimpinan otokratik yang melekat pada Ketua KASN periode 2014 – 2019, dianggap tidak ideal untuk diterapkan dalam organisasi KASN sedangkan gaya kepemimpinan yang dianggap tepat untuk diterapkan di KASN adalah demokratik untuk Ketua KASN. Sedangkan gaya kepemimpinan melekat dan menjadi karakter Wakil Ketua periode 2014 – 2019 adalah tipe demokratik, sementara gaya kepemimpinan yang ideal untuk diterapkan pada posisi Wakil Ketua periode selanjutnya adalah tipe partisipatif. Dan untuk gaya kepemimpinan yang dianggap melekat dan menjadi karakter dari Kepala Sekretariat periode 2014 – 2019 adalah partisipatif, dan gaya kepemimpinan yang dianggap lebih cocok untuk diterapakan di periode selanjutnya adalah tipe Delegatif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Yogi Suwarno, PhD |
| Subjects: | Manajemen Sumber Daya Aparatur |
| Divisions: | Jurusan Administrasi Publik > Administrasi Pembangunan Negara (S2) > Manajemen Sumber Daya Aparatur (S2) |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:15 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 08:15 |
| URI: | http://repository.stialan.ac.id/id/eprint/634 |
